SOAL ADMINISTRASI PERKANTORAN
Pada
dasarnya saudara dipersiapkan menjadi “leader”
dengan kompetensi “leadership” yang
mampu mengambil keputusan yang efisien sehingga hasilnya sangat bijaksana dalam
segala posisi, apakah saudara nanti berkarier pada dunia politik atau yang
lain, dengan tidak membedakan gender, HAM dalam pembangunan ini, sehingga anda
diharapkan sebagai “egent of change and
development”.
Pertanyaan,
bagaimana mempersiapkannya dengan efisien ?
Berikan
analisis kritis atas konsep tersebut!
Jawaban
1. leader efisien adalah salah satu contoh nyata yang
bisa mengispirasi orang – orang disekitarnya jika Ia berperan dengan baik dalam
kepemimpinannya. Contohnya saja Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.
Ia tidak hanya menjadi inspirasi seluruh bangsa Indonesia, bahkan pemimpin
– pemimpin dari negeri seberang juga merasa bahwa Soekarno adalah
seseorang yang patut menjadi inspirasi.
Pemimpin/leader
yang baik pada dasarnya berakar dari jati diri seseorang, bukan pada apa yang
diketahuinya,dan seorang pemimpin yang efektif bekerja bekerja dengan paradox
ketidak pastian, dan dengan demikian merangkul ketegangan fundamental,
mendukung dan mendengarkan, menantang, dan mengarahkan secara menyeluruh dan
terpadu.
2.Efisiensi
Leadersip/Kepimpinan adalah suatu kombinasi strategi dan karakter yang kuat.
Namun jika Kita harus Kehilangan salah satunya, pilihlah strategi.
(Jendral H. Norman Schwarzkopf).
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk
membuat orang mengerjakan hal yang tidak mereka sukai, dan menyukainya.
Kepemimpinan
berarti membuat orang menyukai hal-hal yang tidak menyenangkan.(Harry Truman).
Kepemimpinan
adalah membuktikan yang tidak dapat dibuktikan. (Garry Robinson).
Kepemimpinan
adalah suatu kualitas, suatu budaya, suatu peran, suatu pola pikir, dan
serangkaian tindakan.
Sumber:
Jonathan
Yudelowitz, Ricahrad Kock, Robin Field, Smart Leadership, Things To Know About,
Hal-hal Yang Cerdas Yang Perlu Diketahui Tentang Kepemimpinan, Elex Media
Komputindo, Pt Gramedia, Jakarta, 2004.
Seharusnya yang jadi
pertanyaan kita adalah (siapakah pemimpin itu?)
Pemimpin adalah orang yang memberikan kepimpinan tertentu.
Sebagian
besar pemimpin, dengan perasaan yang mendalam, berjuang untuk membuktikan
sesuatu yang tidak dapat dibuktikan. (Garry Robinson).
“Ekor selalu
mengikuti kepala. Jika kepala bergerak cepat, ekor akan mengikuti dengan
kecepatan yang sama. Jika kepalaya lamban, ekor akan terkulai” (Konosuke
Matsushita).
Apakah anda ingin Menjadi seorang pemimpin?
Jawabannya:ya/Tidak
Tentunya setiap orang pasti ingin
menjadi pemimpin,karna untuk mendapatka sebuah kekuasaan itu tidak mudah.karna
kita tentunya disiapkan untuk menjadi pemimpin,ya setidaknya kita memimpin
keluarga kita masing-masing.
Memipin artinya kita menjalankan hidup dan mempengaruhi.
“sebelum kita dijadikan pemimpin
kita harus memimpin diri kita sendiri.Lebih dari pada orang-orang lain,kita
harus menjalankan hidup yang sesuai dengan standat yang di berikan oleh Tuhan
Yang Maha Kuasa,dan mempunya idea,multikulturalisme yang cerdas.Jika kita tidak
dapat melakukan ini,maka kita dapat menjadi
seorang pemimpin,apapun kemampuan dan kekuasaannya tersebut. Oleh karena
alasan ini, para pemimpin kuat atau lemah hanya dengan referensi kelompok
tertentu. Para pemimpin hanya memimpin dengan respek terhadap kelompok yang akan
menerimanya pertama kali sebagai anggota dan kemudian menjadi orang nomor satu
di antara mereka” (Bruce Henderson).
Apakah kepemimpinan itu bakat yang dibawa sejak lahir atau diciptakan
melalui proses pembelajaran?
Dalam kehidupan saya, yang paling hampir bisa
dipastikan, saya akan menjadi pemimpin keluarga terutamanya.
Setiap orang ditakdirkan menjadi pemimpin meskipun
pada saat yang sama setiap orang membutuhkan pemimpin ketika ia harus
berhadapan untuk menciptakan solusi hidup di mana kemampuan, keahlian, dan
kekuatannya dibatasi oleh sekat yang ia ciptakan sendiri dalam posisinya
sebagai bagian dari komunitas. Tidak saja negara yang diwarnai demontrasi
brutal, tetapi institusi keluarga pun jika kepemimpinan tidak ditemukan, maka
kesanggupannya hanya melahirkan bayi-bayi biologis tanpa warisan nilai.
Seberat apapun tugas saya sebagai pemimpin,
terlepas dari formal – non formalnya atau skala besar - kecilnya, maka
yang perlu saya lakukan adalah menciptakan persiapan sempurna menjelang
peluang menjadi pemimpin mendatang. Persiapan adalah bagian dari solusi mental
sebelum solusi konkrit harus saya lakukan. Bahkan seringkali peluang baru bisa saya dapatkan setelah saya memiliki
persiapan mental itu,tentunya yang layak untuk menerimanya. Sayangnya sebagain besar individu terkadang justru
peluang yang dikejar habis-habisan sementara persiapan mental tidak
dilakukan. Contoh kecil misalnya saja dalam pernikahan. Kenyataannya, faktor
yang menjadi tolak ukur bagi suatu pernikahan bukanlah usia atau materi
meskipun keduanya syarat mutlak, tetapi tetapi lebih itu adalah persiapan
untuk menerima moment tersebut.
Menyangkut masalah persiapan maka pilihan
sepenuhnya berada di bawah kontrol saya; apakah saya mempersiapkan diri sebagai
pemimpin atau sama sekali tidak mempersiapkannya. Moment tersebut akan
menjemput saya dan konsekuensinya tergantung dari pilihan yang saya ciptakan.
Karena kepemimpinan hidup berupa achievement, bukan gift,
maka yang perlu saya persiapkan adalah melakukan perbaikan kepemimpinan dari
dalam diri saya. Tentang bagaimana proses alamiah yang harus saya jalani, dan
ada beberapa langkah sebagai ajaran buat saya yaitu sebagai berikut:
1. Belajar Siap Dipimpin
Dalam hal kepemimpinan, dunia ini hanya memberikan
dua pilihan antara saya dipimpin atau memimpin sesuai dengan kapabilitas,
kualitas, dan kekuatan saya tentunya. Kekacauan akan segera terjadi
ketika saya dipimpin tetapi melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan
pemimpin atau sebaliknya.
Untuk menjadi pemimpin, maka saya harus
mengawalinya dengan kesiapan untuk mau dipimpin. Dalam organisasi, bawahan yang
tidak siap dipimpin akan kehilangan kesempatan emas untuk mempelajari bagaimana
kelak saya akan menjadi seorang pemimpin. Seluruh waktu dan energi saya
dihabiskan hanya untuk menciptakan reaksi-reaksi sesaat yang sia-sia. Di bidang
politik seringkali terjadi kepemimpinan yang diraih dengan cara yang melupakan
proses kesiapan dipimpin akan berakhir dengan cara yang sama dengan ketika ia
mendapatkannya.
Sebelum saya memimpin orang lain, maka wujud
dari kesiapan untuk dipimpin adalah begaimana memimpin diri saya (Personal
Mastery). Wilayah yang harus saya kuasai adalah self understanding
(pemahaman diri) dan self management (pengelolaan diri) yang meliputi
perangkat nilai hidup, tujuan hidup, misi hidup saya. Kedua kemampuan tersebut
akan mengantarkan saya menuju pola kehidupan beradab dan efektif. Dengan kata
lain, self understanding dan self management pada saat saya
dipimpin saya akan menciptakan tradisi hidup sehat di mana fokus adalah tujuan
akhir, bukan lagi egoisme posisi jangka pendek tetapi realisasi misi. Jika
tujuan akhir saya adalah kemajuan dan kebahagian, maka tinggalkan tradisi
“Ngerumpi” tentang begitu jelasnya kesalahan hidup yang dilakukan oleh
pemimpin.
2.
Belajar Mampu Memimpin
Sebutan pemimpin terlepas dari perbedaan definisi,
perbedaan status formal dan non-formal, perbedaan strata atau job title-nya,
mengarah pada satu pemahaman sebagai sumber solusi suatu urusan. Jadi pemimpin
adalah orang yang isi pikirannya berupa solusi bukan masalah yang ia rasakan.
Maka syarat mutlak yang bersifat fundamental adalah memiliki paket keahlian dan
paket kekuatan. Paket keahlian merujuk pada kualitas personal yang
sifatny
a internal mulai dari skill, knowledge,
attitude, atau lainnya sedangkan paket kekuatan merujuk pada power
yang bisa berbentuk kekayaan, networking, atau mungkin kekuatan
fisik. Keahlian berguna untuk memimpin kelompok ahli sementara kekuatan
berguna untuk memimpin khalayak umum.
Kedua paket tersebut yang menjadikan pemimpin
sebagai pemilik suatu urusan bukan lagi menjadi bagiannya, mulai dari urusan
pribadi, khalayak, system, atau kiblat hidup orang banyak. Karena
sebagai pemilik urusan, maka harga seorang pemimpin senilai dengan harga jumlah
orang – orang yang dipimpinnya. Satu Mahatma Gandhi atau satu Soekarno nilainya
sama dengan jutaan manusia yang mengkuasakan urusan kehidupan kepadanya.
Di dunia ini tidak ditemukan calon pemimpin yang
siap pakai. Tetapi bisa diselesaikan dengan cara belajar mengembangkan diri.
Pemimpin yang berhenti mengembangkan keahlian dan kekuatannya maka akan muncul
fenomena di mana tantangan kepemimpinan lebih besar dari kapasitasnya
sehingga akan cepat sampai pada titik di mana ia harus di-disqualified-kan
untuk segera diganti. Mengapa? Karena semua keputusan yang dihasilkan dari
kepemimpinannya ibarat bumbu ayam goreng yang hanya dipoleskan pada permukaan
sehingga rasanya tidak menyeluruh atau meresap hingga ke dalam daging ayam
tersebut.
Setiap orang tua pernah menjadi anak-anak, setiap
atasan pernah menjadi bawahan tetapi tidak semua orang tua dan atasan mampu
memimpin ketika ia dinobatkan menjadi pemimpin. Banyak alasan mengapa hal itu
terjadi yang antara lain karena keputusan kepemimpinannya kehilangan konteks
atau keahlian dan kekuatan memimpin yang digunakan sudah tidak lagi berlaku
pada zamannya alias sudah kadaluwarsa. Ketika anda memimpin pahamilah isi
pikiran anda ketika menjadi bawahan; ketika anda menjadi atasan jangan lantas
melupakan bagaimana anda dahulu menjadi bawahan. Selain itu gunakan keahlian
dan kekuatan yang masih relevan untuk kondisi saat itu.
3. Materi Kepemimpinan
Institusi atau organisasi apapun yang saya pimpin,
termasuk kehidupan saya, tentunya saya membutuhkan materi yang bisa dipelajari
untuk kemudian diajarkan kepada pihak yang saya pimpin. Karena semua itu sudah
ditakdirkan menjadi pemimpin, maka secara pasti saya memiliki materi
kepemimpinan hidup yang bisa diajarkan. Kendalanya, di manakah file materi
hidup itu saya simpan? Filing materi yang tidak sistematik akan menyulitkan
saya untuk me-recall-nya ketika materi tersebut harus saya ajarkan. Karena
tidak saya temukan file-nya, maka setiap kesalahan orang yang saya pimpin
akhirnya diselesaikan tergantung mood.
Kenyataan membuktikan, ketika orang tua tidak
menemukan file materi untuk diajarkan kepada putra-putrinya; ketika
atasan tidak menemukan file materi untuk diajarkan kepada bawahannya,
maka putra-putri atau bawahan saya tentunya akan diajar oleh pihak lain.
Hal ini tidak menjadi masalah selama pengajaran pihak lain mendukung harapan
saya, tetapi bagaimana kalau pengajarannya bertentangan seratus persen dengan nilai,
keyakinan, visi, misi saya? Bukan lagi sekedar persoalan yang pantas
disalahkan tetapi juga terkadang memalukan.
Tipe pemimpin yang baik dan bijaksana itu adalah sbb:
Menjadi pemimipin bukanlah perkara
yang mudah.seorang pemimpin haruslah berperan dengan baik dalam kepimpinannya,untuk
mempersiapkan dengan efisien sebagai pemimpin adalah:
a. Kualitas Diri.
Menjadi seorang pemimpin berarti saya harus mempunyai kualitas diri yang baik. Tidak hanya kualitas diri yang baik tapi cara saya bersikap juga harus baik. Saya yakinkan pada diri saya sendiri “i have a great personality”. Selain itu saya juga bisa meningkatkan kualitas diri saya dengan belajar, belajar melihat dan mendengarkan orang lain.
Menjadi seorang pemimpin berarti saya harus mempunyai kualitas diri yang baik. Tidak hanya kualitas diri yang baik tapi cara saya bersikap juga harus baik. Saya yakinkan pada diri saya sendiri “i have a great personality”. Selain itu saya juga bisa meningkatkan kualitas diri saya dengan belajar, belajar melihat dan mendengarkan orang lain.
b.
Skill dan Prestasi
Jika saya seorang manager maka sudah selayaknyalah saya menguasai bidang yang selama ini saya geluti. Selain itu berprestasi dalam bidang pekerjaan saya juga sangat diperlukan. Bayangkan jika saya seorang manager IT tetapi saya tidak mengetahui banyak tentang IT, ditambah lagi tidak berprestasi, apakah saya bisa mengispirasi orang lain? Apakah bawahan saya mau mendengarkan saya? Tentunya jawaban dari kedua pertanyaan itu harus menjadi acuan saya.
Jika saya seorang manager maka sudah selayaknyalah saya menguasai bidang yang selama ini saya geluti. Selain itu berprestasi dalam bidang pekerjaan saya juga sangat diperlukan. Bayangkan jika saya seorang manager IT tetapi saya tidak mengetahui banyak tentang IT, ditambah lagi tidak berprestasi, apakah saya bisa mengispirasi orang lain? Apakah bawahan saya mau mendengarkan saya? Tentunya jawaban dari kedua pertanyaan itu harus menjadi acuan saya.
c. Integritas
Mengapa integritas penting dalam kepemimpinan?
Mengapa integritas penting dalam kepemimpinan?
Jawaban yang cocok untuk pertanyaan
ini adalah karena integritas akan memberikan kekuatan pada kata-kata dan
tindakan . So bertindaklah sesuai dengan apa yang saya katakan dan gunakan
hati agar kepemimpinan saya dapat berjalan dengan baik.
d. Peduli dan ucapkan terima kasih
Satu catatan penting untuk para pemimpin yang sebenarnya hal ini bersifat sepele tapi luarbiasa dampaknya jika dilakukan. Perhatikan orang-orang yang mengerti pekerjaannya dan berprestasi dalam pekerjaan. Berikanlah reward dan ucapkan terima kasih, hari ini, besok dan kemudian.
Satu catatan penting untuk para pemimpin yang sebenarnya hal ini bersifat sepele tapi luarbiasa dampaknya jika dilakukan. Perhatikan orang-orang yang mengerti pekerjaannya dan berprestasi dalam pekerjaan. Berikanlah reward dan ucapkan terima kasih, hari ini, besok dan kemudian.
e. Belajar mencintai
Kesuksesan bermula pada rasa cinta, terhadap apa yang seharusnya kita lakukan. Mulailah dengan mencintai bisnis yang ada dalam benak kita, karyawan saya, customer saya, dan yang penting diri saya sendiri.
Kesuksesan bermula pada rasa cinta, terhadap apa yang seharusnya kita lakukan. Mulailah dengan mencintai bisnis yang ada dalam benak kita, karyawan saya, customer saya, dan yang penting diri saya sendiri.
dengan kesimpulan bahwa seorang pemimpin harus diciptakan melalui proses pembelajaran,
pelatihan, atau pendidikan.
Analisis Dari konsep diatas:
Dengan
efisiensi dan efektif tentunya kita berawal untuk belajar menjadi seorang
pemimipin agar menjadi egent of
change and development”tentunya.Tanpa kita sadari itu kita perlu menciptakan
pemimpin yang bisa menyukseskan masyarakat dan pemerintah. tentunya kita membutuhkan materi
yang bisa dipelajari untuk kemudian diajarkan kepada pihak yang kita pimpin.
Karena semua itu sudah ditakdirkan menjadi pemimpin, maka secara pasti kita
memiliki materi kepemimpinan hidup yang bisa diajarkan,kepada masyarakat dan memberi
contoh yang baik.
No comments:
Post a Comment