Sunday, 7 February 2016

Kehidupan Penuh Hamburan Hinaan

Kehidupan Penuh Hamburan Hinaan

Hari ini bagaikan aku melihat apa yang seharusnya tidak terjadi, dengan hal yang penuh kesepian, dan tiada hari yang tanpa siang malam yang aku lalui, dan pada saat ini juga aku harus melewatkan hari-hariku dengan berbagai kesedihan, kegembiraan. Memang dalam kehidupan ku aku sangat memperhatinkan, karena aku adalah orang yang sanggat terhina oleh orang lain, tapi dengan berbagai hinaan itu aku dapat melalui dengan satu persatu, agar aku bisa keluar dari zona tak menentu itu,
            Dengan berbagai cara yang saya pahami, bagaimana sebanarnya skenario dalam  kehehidupan ini, yang penuh dengan cobaan, liku-liku kehidupan. Wahai sang penencipta yang Maha Perkasa, bijaksana, dengan ini aku serahkan bagaimana harus menjalankan kehidupan yang banyak tikungan ini, apakah saya harus berbujur, tanpa membelok, dan itu tidak mungkin saya lakukan, maka dengan hal itu saya akan ikuti permainan yang ada, dan harus bisa menabahkan hati.
            Wahaiiiii kehidupan yang sangat kejam, dan penuh dengan  hinaan dan pencobaan yang harus ku lewati setiap hari, dengan penuh tuntutan, penuh dengan tanggungjawab, dan sebagainya itu. Ku berjalan diatas tali yang penuh dengan goncangan dan penuh dengan gemetaran, sedikit demi sedikt dari tali itu aku lewati dan mencoba dari ujung ke ujung sehingga aku dapat mencapai puncak yang akan aku impikan. Ku tunggu akan puncak itu dan suatu hari datanglah aku kepuncak tersebut, dan tidak lupa juga aku mengingatkan kembali apa yang pernah mereka sampaikan dengan tutur kata mereka yang dengan hinaan itu, kini saatnya saya bisa mendapatkan puncak kehidupan yang lebih baik dari mereka.
            Wahaiii teman, saudara/I ku jangan pernah takut dengan hinaan orang lain, caci maki orang lain, kalau bisa saudara/I ku harus bisa menelan apa yang keluar dari mulut mereka itu adalah pembelajaran buat kita, agar hidup kita penuh dengan motivasi yang begitu berat dengan cobaan yang kita rasakan pada saat ini.
Kututurkan apa yang harus ku lakukan, dan apa seharusnya yang harus aku perkataakan, sekarang ini aku hanya bisa memperbaiki kehidupan ku melalui cara, ini: Semangat hidup untuk berjuang demi masa depan, Karena semangat adalah yang aku utamakan untuk bertahan sampai saat ini, dari semangat saya tidak hanya dari saya sendiri, tetapi dari mereka yang sangat antosias untuk menyemangatkan saya demi masa depan saya, orang-orang itu adalah Kedua Orang tua saya yaitu Ayahnda Yohanes Gani (ALM) dan Ibunda saya Yustina Iyok, Keluarga besar dari abang-abang saya dan kakak saya, ponakan, dan banyak lagi yang saya tidak dapat sebut satu persatu.
Maaf hanya ini sedikit pengalaman dari kehidupan saya sehari-hari.!!!

Artikel Edisi Tanggal 08 febuari 2016


Yakobus Margilan

No comments:

Post a Comment