Kehidupan Penuh Hamburan Hinaan
Hari ini bagaikan aku melihat apa yang seharusnya
tidak terjadi, dengan hal yang penuh kesepian, dan tiada hari yang tanpa siang
malam yang aku lalui, dan pada saat ini juga aku harus melewatkan hari-hariku
dengan berbagai kesedihan, kegembiraan. Memang dalam kehidupan ku aku sangat
memperhatinkan, karena aku adalah orang yang sanggat terhina oleh orang lain,
tapi dengan berbagai hinaan itu aku dapat melalui dengan satu persatu, agar aku
bisa keluar dari zona tak menentu itu,
Dengan berbagai cara yang saya
pahami, bagaimana sebanarnya skenario dalam
kehehidupan ini, yang penuh dengan cobaan, liku-liku kehidupan. Wahai
sang penencipta yang Maha Perkasa, bijaksana, dengan ini aku serahkan bagaimana
harus menjalankan kehidupan yang banyak tikungan ini, apakah saya harus
berbujur, tanpa membelok, dan itu tidak mungkin saya lakukan, maka dengan hal
itu saya akan ikuti permainan yang ada, dan harus bisa menabahkan hati.
Wahaiiiii kehidupan yang sangat
kejam, dan penuh dengan hinaan dan
pencobaan yang harus ku lewati setiap hari, dengan penuh tuntutan, penuh dengan
tanggungjawab, dan sebagainya itu. Ku berjalan diatas tali yang penuh dengan
goncangan dan penuh dengan gemetaran, sedikit demi sedikt dari tali itu aku
lewati dan mencoba dari ujung ke ujung sehingga aku dapat mencapai puncak yang
akan aku impikan. Ku tunggu akan puncak itu dan suatu hari datanglah aku
kepuncak tersebut, dan tidak lupa juga aku mengingatkan kembali apa yang pernah
mereka sampaikan dengan tutur kata mereka yang dengan hinaan itu, kini saatnya
saya bisa mendapatkan puncak kehidupan yang lebih baik dari mereka.
Wahaiii teman, saudara/I ku jangan
pernah takut dengan hinaan orang lain, caci maki orang lain, kalau bisa
saudara/I ku harus bisa menelan apa yang keluar dari mulut mereka itu adalah
pembelajaran buat kita, agar hidup kita penuh dengan motivasi yang begitu berat
dengan cobaan yang kita rasakan pada saat ini.
Kututurkan
apa yang harus ku lakukan, dan apa seharusnya yang harus aku perkataakan,
sekarang ini aku hanya bisa memperbaiki kehidupan ku melalui cara, ini: Semangat
hidup untuk berjuang demi masa depan, Karena semangat adalah yang aku
utamakan untuk bertahan sampai saat ini, dari semangat saya tidak hanya dari
saya sendiri, tetapi dari mereka yang sangat antosias untuk menyemangatkan saya
demi masa depan saya, orang-orang itu adalah Kedua Orang tua saya yaitu Ayahnda
Yohanes Gani (ALM) dan Ibunda saya Yustina Iyok, Keluarga besar dari
abang-abang saya dan kakak saya, ponakan, dan banyak lagi yang saya tidak dapat
sebut satu persatu.
Maaf hanya ini sedikit pengalaman
dari kehidupan saya sehari-hari.!!!
Artikel Edisi Tanggal 08 febuari 2016
Yakobus Margilan
No comments:
Post a Comment