TUGAS KE 3, UJIAN
TENGAH SEMESTER (UTS).
Pada pertemuan ke 7
MATA KULIAH TEORI-TEORI
ILMU SOSIAL
Pertanyaan;
Berikan analisis
kritis, Apa dan Bagaimanakah Hakekat Teori-Teori Ilmu Sosial bilamana
dihubungakan dengan Kompetensi yang akan dibentuk untuk atau pada Saudara dari
Mata Kuliah ini, dengan bersandarkan kepada Teori Interaksi Simbolik
serta teori terpilih faforit yang lain pilihan Saudara ?
Keterangan:
1. Hasil
analisis kritis diunggah pada Blogg masing-masing mahasiswa, sebagai Karya
Ilmiah (Artikel) !;
2. Hasil
unggah dari Blogg, diprint dan diserahkan pada dosen pengajar untuk bukti
laporan dan penilaian UTS, pada pertemuan ke 8, tidak diijinkan terlambat;
3. Benang
merah / Abstrak dari artikel, tugas ke tiga dimasukkan pada komentar langsung
di blog ini (milik dosen pengampu/pengajar);
Terimakasih, selamat
bekerja.
NAMA : YAKOBUS MARGILAN
NIM : 2013210110
PRODI : ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS : ILMU SOSIAL
DAN ILMU POLITIK
Analisis
saya terhadap teori-teori ilmu social
Pada
hakekatnya kita sebagai manusia memiliki karakteristik dalam hubungan apa yang
sedang terjadi secara alami antara manusia dalam masyarakat dan hubungan masyarkat dengan individu.Bila
dikaitkan dalam teori iteraksi simbolik bisa berkaitan dengan gerak tubuh,suara
atau vocal,gerakkan fisik,ekspresi tubuh,dalam hal tersebut mempunyai maksud
dengan “symbol” ( Herbert Blumer sekitar tahun 1939 ).kompotensi yang dapat
dari teori ilmu social ini tentunya kita bisa mendapatkan bagaimana kita harus
berinteraksi dengan masyarakat,sehingga kita bisa menjadi seoarang pemimpin
yang baik dan bijaksana dimata masyarakat.
Teori faforit saya adalah menggunakan METODOLOGI INTERAKSI
SIMBOLIK,dimana hal tersebut harus mempunyai prinsip metodologi interaksi,yang
pertama; (1) .symbol dan interaksi,karena hal tersebut tidak cukup hanya dengan
cara merekam fakta,tetapi kita juga harus mencari yang lebih baik dari
itu,yaitu dengan cara mencari konteks sehingga dapat ditangkap symbol dan makna
yang sebenarnya;kedua (2) . Simbol dan makna itu tidak lepas dari sikap
pribadi,maka jati diri subjek perlu “ditangkap”,pemahaman mengenai konsep jati
diri subjek demikian adalah penting;peneliti harus bisa mengaitkan antara
symbol dan jati diri lingkungan yang menjadi hubungan social;tiga (3). peneliti
harus mengkaitkan antara symbol dan jati diri dengan lingkungan yang menjadi
hubungan social;empat (4).hendak direkam situasi yang mengambarkan symbol yang
mengambarkan symbol dan makna.lima (5). Metode yang digunakan hendaknya mampu
memfleksikan bentuk perilaku dan proses; enam (6) metode yang digunakan hendak
mampu menangkap makna dibalik interaksi;tujuh (7). Sensitizing ,yaitu sekedar
mengarahkan pemikiran,itu yang cocok dengan interaksionisme simbolik,dan ketika
mulai memasuki lapangan perlu dirumuskan menjadi yang lebih operasional.
Sehingga
bisa saya analisis/deskripsikan dengan materi diatas :
bahwa kita harus mencari yang lebih baik agar bisa mencari
konteks yang mudah ditanggakap.Pemaham mengenai konsep jati diri subjek yang
begitu penting.konsep yang perlu diketahui bahwa jati diri sangat terkait
dengan konsep sosiologis dalm struktur social,dan lainnya.Dengan adanya
sensitizing dapat mengarahkan pemikiran dengan cara simbolik dan operasional.
Sumber : I.B. Wirawan, 2013, Teori-Teori
Sosial Dalam Tiga Paradigma, Penerbit Kencana, Jakarta.
No comments:
Post a Comment