Friday, 31 October 2014

tugas UTS teori2 Ilmu sosial (3)



Tugas ke 3, UTS MK Teori-Teori Ilmu Sosial
TUGAS KE 3, UJIAN TENGAH SEMESTER (UTS).

Pada pertemuan ke 7

MATA KULIAH TEORI-TEORI ILMU SOSIAL
Pertanyaan;
Berikan analisis kritis, Apa dan Bagaimanakah Hakekat Teori-Teori Ilmu Sosial bilamana dihubungakan dengan Kompetensi yang akan dibentuk untuk atau pada Saudara dari Mata Kuliah ini, dengan bersandarkan kepada Teori Interaksi Simbolik  serta teori terpilih faforit yang lain pilihan Saudara ?

Keterangan:
1.       Hasil analisis kritis diunggah pada Blogg masing-masing mahasiswa, sebagai Karya Ilmiah (Artikel) !;
2.       Hasil unggah dari Blogg, diprint dan diserahkan pada dosen pengajar untuk bukti laporan dan penilaian UTS, pada pertemuan ke 8, tidak diijinkan terlambat;
3.       Benang merah / Abstrak dari artikel, tugas ke tiga dimasukkan pada komentar langsung di blog ini (milik dosen pengampu/pengajar);

Terimakasih, selamat bekerja.

NAMA          : YAKOBUS MARGILAN
NIM               : 2013210110
PRODI           : ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS   : ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

Analisis saya terhadap teori-teori ilmu social

Pada hakekatnya kita sebagai manusia memiliki karakteristik dalam hubungan apa yang sedang terjadi secara alami antara manusia dalam masyarakat  dan hubungan masyarkat dengan individu.Bila dikaitkan dalam teori iteraksi simbolik bisa berkaitan dengan gerak tubuh,suara atau vocal,gerakkan fisik,ekspresi tubuh,dalam hal tersebut mempunyai maksud dengan “symbol” ( Herbert Blumer sekitar tahun 1939 ).kompotensi yang dapat dari teori ilmu social ini tentunya kita bisa mendapatkan bagaimana kita harus berinteraksi dengan masyarakat,sehingga kita bisa menjadi seoarang pemimpin yang baik dan bijaksana dimata masyarakat.

          Teori faforit saya adalah menggunakan METODOLOGI INTERAKSI SIMBOLIK,dimana hal tersebut harus mempunyai prinsip metodologi interaksi,yang pertama; (1) .symbol dan interaksi,karena hal tersebut tidak cukup hanya dengan cara merekam fakta,tetapi kita juga harus mencari yang lebih baik dari itu,yaitu dengan cara mencari konteks sehingga dapat ditangkap symbol dan makna yang sebenarnya;kedua (2) . Simbol dan makna itu tidak lepas dari sikap pribadi,maka jati diri subjek perlu “ditangkap”,pemahaman mengenai konsep jati diri subjek demikian adalah penting;peneliti harus bisa mengaitkan antara symbol dan jati diri lingkungan yang menjadi hubungan social;tiga (3). peneliti harus mengkaitkan antara symbol dan jati diri dengan lingkungan yang menjadi hubungan social;empat (4).hendak direkam situasi yang mengambarkan symbol yang mengambarkan symbol dan makna.lima (5). Metode yang digunakan hendaknya mampu memfleksikan bentuk perilaku dan proses; enam (6) metode yang digunakan hendak mampu menangkap makna dibalik interaksi;tujuh (7). Sensitizing ,yaitu sekedar mengarahkan pemikiran,itu yang cocok dengan interaksionisme simbolik,dan ketika mulai memasuki lapangan perlu dirumuskan menjadi yang lebih operasional.
Sehingga bisa saya analisis/deskripsikan dengan materi diatas :
          bahwa kita harus mencari yang lebih baik agar bisa mencari konteks yang mudah ditanggakap.Pemaham mengenai konsep jati diri subjek yang begitu penting.konsep yang perlu diketahui bahwa jati diri sangat terkait dengan konsep sosiologis dalm struktur social,dan lainnya.Dengan adanya sensitizing dapat mengarahkan pemikiran dengan cara simbolik dan operasional.
Sumber : I.B. Wirawan, 2013, Teori-Teori Sosial Dalam Tiga Paradigma, Penerbit Kencana, Jakarta.

No comments:

Post a Comment