Thursday, 3 July 2014

TUGAS AKHIR ( ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN )

TUGAS AKHIR ( ETIKA DAN FILSAFAT KEPEMIMPINAN)

Nama Yakobus Margilan
Nim 2013210110

FUNGSI DAN SIFAT KEPEMIMPINAN DALAM BERFILSAFAT                

Fungsi kepemimpinan adalah menggerakkan orang yang dipimpin menuju tercapainya tujuan. Agar dapat menanamkan kepercayaan pada orang yang dipimpinnya dan menyadarkan bahwa mereka mampu berbuat sesuatu dengan baik. Disamping itu, pemimpin harus memiliki pikiran, tenaga dan kepribadian yang dapat menimbulkan kegiatan dalam hubungan antar manusia Fungsi kepemimpinan adalah menggerakkan orang yang dipimpin menuju tercapainya tujuan. Agar dapat menanamkan kepercayaan pada orang yang dipimpinnya dan menyadarkan bahwa mereka mampu berbuat sesuatu dengan baik. Disamping itu, pemimpin harus memiliki pikiran, tenaga dan kepribadian yang dapat menimbulkan kegiatan dalam hubungan antar manusia
  • Sebagai pengambil keputusan
  • Sebagai sumber informasi
  • Menciptakan inspirasi
  • Menciptakan keadilan
  • Sebagai katalisator
  • Sebagai wakil organisasi
  • Menyelsaikan konflik
  • Memberi sugesti (saran, anjuran dan pengaruh) pada anak buah.
Sifat KepemimpinanSifat kepemiminan adalah ciri, watak, perangai yang dimiliki seorang pimpinan lebih dari orang lain.
Taqwa, Harga diri, Jujur, Kemampuan kuat, Ahli, Tekun, Tangguh, Ulet, disiplin, Efektif, Berani, Tak lekas puas,, Percaya diri, Berinisiatif, Teliti dan Rasional, Komunikatif, Bersifat kuat, dll.
Gaya kepemimpinanAdalah prilaku yang digunakan pada saat seseorang memimpin untuk mempengaruhi orang lain.
Macam- macamnya:
  • Demokratis : Gaya atau cara memimpin yang demokratis, si pemimpin memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada para bawahan dan pengikutnya untuk mengemukakan pendapatnya, saran dan kritikkannya dan selalu berpegang pada nilai-nilai demokrasi pada umumnya.
  • Otokrartis gaya kepemimpinan berdasarkan pada kekuasaan yang mutlak dan penuh. Dengan kata lain, sang pemimpin yang dalam kepemimpinan ini disebut juga sebagai diktator, bertindak mengarahkan pikiran, perasaan dan prilaku orang lain kepada suatu tujuan yang telah ditetapkannya. Artinya segala ketentuan dan keputusan berada di tangan si pemimpin.
  • Ø  Kepemimpinan Bebas.
Dalam kepemimpinan jenis ini, sang pemimpin biasanya menunjukkan suatu gaya dan prilaku yang pasif dan juga seringkali menghindari dirinya dari tanggung jawab. Dalam prakteknya, Si pemimpin hanya menyerahkan dan menyediakan instrumen dan sumber-sumber yang diperlukan oleh anak buahnya untuk melaksanakan suatu pekerjaan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan pimpinan. Pimpinan yang memiliki gaya ini memang berada diantara anak buahnya, akan tetapi ia tidak memberikan motivasi
Gaya atau perilaku kepemimpinan yang termasuk dalam tipe kepemimpinan bebas ini antara lain.
  1. Kepemimpinan Agitator
Tipe kepemimpinan ini diwarnai dengan kegiatan pemimpin dalam bentuk tekanan, adu domba, memperuncing perselisihan, menimbulkan dan memperbesar perpecahan/pertentangan dan lain-lain dengan maksud untuk memperoleh keuntungan bagi dirinya sendiri. Agitasi yang dilakukan terhadap orang luar atau organisasi lain, adalah untuk mendapatkan keuntungan bagi organisasinya dan bahkan untuk kepentingan pemimpin sendiri
          2.      Kepemimpinan SimbolTipe kepemimpinan ini menempatkan seorang pemimpin sekedar sebagai lambang atau simbol, tanpa menjalankan kegiatan kepemimpinan yang sebenarnya.
Di samping gaya kepemimpinan demokratis, otokrasi maupun bebas maka pada kenyataannya sulit untuk dibantah bila dikatakan terdapat beberapa gaya atau perilaku kepemimpinan yang tidak dapat dikategorikan ke dalam salah satu tipe kepemimpinan tersebut. Sehubungan dengan itu sekurang kurangnya terdapat lima gaya atau perilaku kepemimpinan seperti itu. Kelima gaya atau perilaku kepemimpinan itu adalah
  • Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Ahli (Expert)
  • Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Kharismatik
  • Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Paternalistik
  • Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Pengayom
  • Gaya atau Perilaku Kepemimpinan Tranformasional
WAWANCARA: ALFONSIUS ANDI (EKONOMI/MANAJEMEN)“filsafat” berarti cinta kepada kebijaksanaan. Menjadi bijaksana berarti berusaha mendalami hakikat sesuatu. Dengan demikian dapat pula dikatakan bahwa berfilsafat berarti berusaha mengetahui tentang sesuatu dengan sedalam-dalamnya, baik mengenai hakikatnya, fungsinya, ciri-cirinya, kegunaannya, masalah-masalahnya, serta pemecah-pemecahan terhadap masalah-masalah itu.PERTANYAAN /SOAL :1.Apa pengertian filsafat dalam kepemimpinan? 2. Menjadi seorang pemimpin yang smart itu seperti apa? 3. Menurut anda bagaimana pemimipin yang bagus sehingga bisa memberi contoh yang baik kepada masyarakatnya?jawaban 1. Pengertian filsafat kepemimpian adalah dimana seorang pemimpin harus menjaga keputusan yang sudah diambil harus bisa dilaksankan sehingga bisa menjadi kebijakan yang harus bisa menjadi panutan terhadap bawahan-bawahan yang sudah direncanakan bersama. 2. Menjadi pemimpin yang smart itu kita harus mempunyai S3 (senyum,sapa,salam) sehingga kita harus bisa menghargai orang yang sudah menyapa kita baik diorganisasi maupun diluar organisasi. 3. Menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana adalah orang yang bisa menghargai pendapat kita dan bisa melaksanakannya dengan baik sehingga kebijakan-kibijakan yang sudah kita putuskan bersama kita bisa menjalankan bersama.Sehingga kita bisa dikatakan sebagai hal-hal berikut :
  • Sebagai pengambil keputusan;
  • Sebagai sumber informasi;
  • Menciptakan inspirasi;
  • Menciptakan keadilan;
  • Sebagai katalisator;
  • Sebagai wakil organisasi;
  • Menyelsaikan konflik;
  • Memberi sugesti (saran, anjuran dan pengaruh) pada anak buah.

No comments:

Post a Comment